Close Menu
Festival Mosintuwu
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah
    • Logo
    • Penyelenggara
  • Tema
  • Kabar Festival
    • Siaran Pers

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Museum Mini di Festival Mosintuwu Kampanyekan Pelestarian Kekayaan Alam di Kabupaten Poso

9 Agustus 2025

Ketika Pelajar SD Mengekspresikan Kekayaan Alam Poso di Karnaval Mosintuwu 2025

7 Agustus 2025

Semesta Megalitika, Puncak Rasa di Festival Mosintuwu 2025

7 Agustus 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Festival MosintuwuFestival Mosintuwu
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah
    • Logo
    • Penyelenggara
  • Tema
  • Kabar Festival
    • Siaran Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
Festival Mosintuwu
Beranda ยป Hari-hari di Festival Mosintuwu

Hari-hari di Festival Mosintuwu

Hari-hari di Festival Mosintuwu 2025 akan menggambarkan Taman Bumi seperti apa yang dimiliki oleh Kabupaten Poso : keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keunikan budaya. Penggambaran diwujudkan dalam serangkaian kegiatan.

Karnaval

Keragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keunikan budaya diekspresikan dalam berbagai simbol dan bentuk oleh para siswa-siswi dari sekolah-sekolah yang mengikuti Festival Mosintuwu. Ekspresi dapat juga berupa lagu dan seruan serta pakaian yang digunakan. Peserta karnaval terdiri dari perwakilan sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA per kecamatan. Simbol dan bentuk ini dibawa bersama di jalanan Kota Tentena. Titik awal parade di Taman Kota Tentena dan berakhir di lokasi Festival Mosintuwu.

                        Sepanjang parade, akan diiringi lagu tema Festival Mosintuwu.

Modulu-Dulu

Pangan adalah salah satu wujud dari bagaimana alam menjaga kehidupan semesta. Kuliner menjadi cara manusia bersyukur saat merespon pangan yang tersedia di sekelilingnya. Modulu-dulu dan Molimbu, sebuah tradisi makan bersama di Lore dan di Pamona adalah cara manusia memaknai pangan sebagai cara saling menjaga.

Di Festival Mosintuwu, peserta festival akan melakukan makan bersama dengan metode Modulu-dulu. Sesuai konsepnya, para peserta festival akan membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dimakan bersama-sama dalam lingkaran. Setiap desa menyiapkan pangan bersama yang diolah dari bahan alami desa dan disajikan secara tradisional misalnya menggunakan pingku, daun pisang, atau tempat makan sederhana, termasuk tempat minum dari bambu. Diharapkan kerjasama dari desa untuk membantu menyiapkan alat makan. Pengunjung festival dapat bergabung dalam molimbu dengan memberikan kontribusi dengan membeli makanan yang disiapkan di warung-warung desa.

Saat makan bersama dalam lingkaran, masing-masing desa / peserta dapat saling berbagi  cerita. Modulu-dulu akan diiringi musik Karambangan, musik khas Poso.  

Kompetisi Antar Sekolah

Sekolah atau lembaga pendidikan merupakan pihak yang sangat penting dalam memastikan ide, konsep dan pelaksanaan Geopark Poso dikenal luas dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Dokumen rencana induk Geopark Poso menyebutkan bahwa salah satu strategi dalam penetapan Geopark Poso di lembaga pendidikan adalah : Menyusun kurikulum muatan lokal Geopark Poso di tingkat usia dini, SD, SMP dan SMA; Mengembangkan Geopark Corner di sekolah-sekolah pada wilayah Geopark Poso; Pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Geopark kepada masyarakat di Kabupaten Poso.

Festival Mosintuwu mengajak para siswa SD, SMP, SMA-SMK untuk mengenal, mengembangkan pengetahuan baru dan memaknai Taman Bumi melalui serangkaian kegiatan Kompetisi Antar Sekolah.

            Kompetisi Antar Sekolah dengan tema : Taman Bumi , terdiri dari :

  1. Cerdas cermat :

Kompetisi ini berlaku untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK/STM. Dalam kompetisi ini para siswa akan diuji pengetahuan dan pemahamannya tentang keragaman geologi ( geodiversity ), keanekaragaman hayati ( biodiversity ), dan keragaman keunikan budaya ( cultural diversity ) melalui babak lomba di Cerdas Cermat.

  • Pidato :

Kompetisi ini berlaku untuk tingkat SMP dan SMA/SMK/STM. Dalam kompetisi ini setiap sekolah dapat mengirimkan maksimal dua siswa untuk menyampaikan pidato dengan tema Geopark Poso / Taman Bumi

  • Tulisan Opini :

Kompetisi ini berlaku untuk tingkat SMA/SMK/STM, dan umum. Kategori kompetisi akan dibedakan yaitu tingkat SMA dan tingkat umum. Bersifat terbuka untuk siswa dan umum.

  • Majalah Dinding :

Kompetisi ini berlaku untuk tingkat SMP dan SMA/SMK/STM. Setiap sekolah dapat membuat majalah dinding dengan ukuran yang tidak ditentukan dalam tema Geopark Poso.

  • Dongeng :

Kompetisi ini berlaku untuk tingkat SD dan SMP. Dongeng yang dibawakan adalah dongeng yang ada di kecamatan dimana SD, SMP berlokasi. Dongeng dibawakan dalam bahasa Indonesia.

            Kompetisi akan dilaksanakan sebagai bagian dari Festival Mosintuwu.

Penjelajah Taman Bumi

Bulan April hingga Juni 2025, Institut Mosintuwu mengorganisir perjalanan yang disebut Jelajah Geopark Poso bersama para fotografer, videografer, animator, pelukis, pendongeng, peneliti , akademisi, tukang sablon, musisi, pembuat konten media sosial, jurnalis dan pencerita. Penjelajahan dilakukan di beberapa lokasi situs Warisan Geologi, yaitu : Desa Pantangolemba, Desa Tangkura di kecamatan Poso Pesisir, Desa Malitu dan Kelurahan Mapane di kecamatan Poso Pesisir Utara; Desa Tindoli di kecamatan Pamona Tenggara, Desa Taipa di kecamatan Pamona Barat; Desa Wera, Kelurahan Pamona, Kelurahan Tentena, Kelurahan Sangele, Kelurahan Petirodongi di kecamatan Pamona Puselemba;  Desa Bomba, Badangkaia, Gintu di kecamatan Lore Selatan dan Desa Lengkeka, Desa Kolori, di kecamatan Lore Barat. Dalam perjalanan ini, para penjelajah mendengarkan, menyimak, melihat, menyentuh, merasakan lalu memaknai keragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keunikan budaya di Geopark Poso.

Di Festival Mosintuwu 2025, para penjelajah akan mempersembahkan produksi  hasil pemaknaan penjelajahan Geopark Poso dalam bentuk :

  1. Pameran Foto :

Keterangan mengenai judul pameran foto, mengapa memilih judul tersebut, apa saja yang akan dipamerkan, siapa saja fotografer yang terlibat. Pengunjung bisa belajar apa dari pameran foto ini sepulang dari festival.

  • Galeri Kupu-kupu

Disini diisi keterangan mengenai judul galeri kupu-kupu, mengapa memilih judul tersebut, apa saja yang akan dipamerkan. Pengunjung bisa belajar apa dari pameran foto ini sepulang dari festival.

  • Museum mini Geologi

Disini diisi keterangan mengenai apa yang akan dipamerkan , siapa saja yang terlibat dalam membuat karya ini. Pengunjung bisa belajar apa dari pameran , pengetahuan baru apa yang bisa didapatkan sepulang dari festival.

  • Lukisan Taman Bumi :

Keterangan tentang apa yang akan dilakukan. Bagaimana keterlibatan pengunjung di sini, hal apa yang menarik dari kegiatan ini, pelajaran/pengetahuan atau pemahaman apa yang akan didapatkan dalam kegiatan ini

  • Animasi :

Keterangan tentang apa yang akan dilakukan. Bagaimana keterlibatan pengunjung di sini, hal apa yang menarik dari kegiatan ini, pelajaran/pengetahuan atau pemahaman apa yang akan didapatkan dalam kegiatan ini

  • Cerita / Dongeng

Keterangan tentang apa yang akan dilakukan. Bagaimana keterlibatan pengunjung di sini, hal apa yang menarik dari kegiatan ini, pelajaran/pengetahuan atau pemahaman apa yang akan didapatkan dalam kegiatan ini

  • Tulisan

Keterangan tentang apa yang akan dilakukan. Bagaimana keterlibatan pengunjung di sini, hal apa yang menarik dari kegiatan ini, pelajaran/pengetahuan atau pemahaman apa yang akan didapatkan dalam kegiatan ini

  • Panggung Musik / Peluncuran Album Musik

Kegiatan apa yang akan dilakukan, siapa saja yang terlibat, judulnya apa, kapan dilakukan dan lainnya.

  • Lainnya?

Pasar Lipu Yosi, Nyami To Poso

Festival Mosintuwu akan menghadirkan hasil bumi yang dikelola oleh warga khususnya warga Yosi yang berada di lokasi Festival dan warga desa di lokasi Jelajah Geopark Poso 2025. Hasil bumi yang dibawa di Festival Mosintuwu 2025 adalah sebuah pengingat tentang dari mana kita berasal dan berkembang bersama dengan alam yang menghidupi keseharian. Pasar Lipu sekaligus menggambarkan kebudayaan dalam bentuk kuliner Poso, sebuah pemaknaan manusia atas kehadiran semesta alam di atas piring dan di dalam gelas.

Di Festival Mosintuwu, metode penggunaan pasar adalah dengan menggunakan mata uang khusus Festival, yaitu mata uang bambu atau Woyo. Penggunaan mata uang dari bambu / Woyo merupakan simbol pengingat perkembangan kehidupan material manusia berasal dari alam. Para pengunjung atau pembeli di pasar akan menukarkan uang Indonesia ke bentuk Woyo. Para pedagang akan menukarkan kembali Woyo pada akhir hari.

Penggunakan kata Lipu pada Pasar, merujuk pada komunitas di kampung ( dalam hal ini Yosi ) sebagai sebuah ekosistem kecil yang sedang bergerak untuk menciptakan sistem dan mekanisme yang berdaulat. Keberadaan kantor Institut Mosintuwu di wilayah Yosi adalah sebagian sistem yang sedang dibangun ini.

Galeri Usaha Desa

Keragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keunikan budaya memberikan peluang pada manusia untuk menciptakan karya dan produk yang dapat menunjang kehidupan. Sejak 2018, Institut Mosintuwu mengembangkan konsep ekonomi solidaritas, yaitu konsep pengembangan perekonomian yang bersolidaritas dengan alam dan manusia sehingga tidak eksraktif.

Festival Mosintuwu mengajak desa-desa di situs Warisan Geologi Poso untuk mengembangkan produk dan menjuanya sebagai hasil bumi di Galeri Usaha Desa. Minyak kelapa, madu, kopi , teh herbal, souvenir menjadi bagian dari galeri ini. Kehadiran galeri usaha desa di Festival Mosintuwu diharapkan menjadi pengingat rasa syukur pada alam.

Kebun Permakultur

Permakultur menjadi salah satu langkah strategis yang diperkenalkan di Festival Mosintuwu sebagai konsep kehidupan semesta. Permakultur memungkinkan pengelolaan kehidupan berbasis semesta alam dan lingkungannya. Hal ini senada dengan konsep Taman Bumi yang menjunjung nilai memuliakan bumi mensejahterakan manusia ( baca : kehidupan ). Di Festival Mosintuwu, pengunjung festival dapat mengunjungi dan belajar konsep berkebun permakultur. Jadwal kunjungan dilakukan sekali dalam sehari .

Radio Mosintuwu

Seluruh kegiatan festival Mosintuwu akan diliput oleh tim Radio Mosintuwu. Selain reportase, pengunjung dapat berpartisipasi langsung dalam liputan ini di studio radio Mosintuwu dengan menyampaikan pengalaman dan pengetahuan baru yang didapatkannya di Festival Mosintuwu.

Hubungi Kami
Hubungi Kami

Gang Mosintuwu No.1 , Yosi, Pamona Puselembah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia, 94663.

Telp : +62458-21765

mosintuwu@gmail.com

Buku Festival Mosintuwu 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© 2026 Institut Mosintuwu.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.