Festival Mosintuwu berawal dari serangkaian diskusi dan proses belajar bersama perempuan di kelas Sekolah Perempuan Mosintuwu. Secara khusus kurikulum perempuan dan politik yang belajar tentang UU Desa dan kurikulum ekonomi solidaritas, diikuti serangkaian training dan workshop tentang Desa Membangun. Seluruh proses belajar bersama ini menghasilkan sebuah mimpi tentang desa. Mimpi tentang kemakmuran desa. Mimpi ini diawali dengan berefleksi atas apa yang ada di sekitar desa, alam, manusia, kebudayaan yang menghidupinya. Prosesnya menemukan desa sebagai sebuah ekosistem yang lengkap dalam menentukan kehidupan masa depannya. Dan, perempuan adalah penggerak aktif di dalamnya.
Namun, kehidupan di desa berada dalam dinamika masyarakat yang semakin modern serta perkembangan teknologi yang didukung sistem dan mekanisme yang dikontrol oleh kekuasaan. Untuk bisa menghidupi dan memaknai mimpi tentang desa, dibutuhkan sebuah ruang bersama untuk mengingat, menguatkan identitas dan menemukan harapan. Ruang itu menemukan bentuknya di Festival Mosintuwu.
Sebelumnya bernama Festival Hasil Bumi. Penggantian nama Festival menjadi Festival Mosintuwu bertujuan untuk menguatkan akar kebudayaan dan visi festival sebagai sebuah gerakan kebudayaan, yaitu kebudayaan Mosintuwu.
Festival Mosintuwu adalah sebuah proklamasi atas kekuatan kebudayaan Mosintuwu yang memiliki kearifan dalam pengelolaan alam dan kehidupan; Sebuah penguatan atas komitment masyarakat desa dalam pengelolaan alam dan kehidupan yang berakar pada kebudayaan Mosintuwu; Sebuah ajakan untuk bersama-sama kembali menggunakan kebudayaan Mosintuwu sebagai sebuah perspektif dalam pembangunan; Sebuah kebersamaan untuk menciptakan perdamaian dan keadilan yang berkelanjutan, dari desa. Menjadi bagian dari Festival Mosintuwu, adalah proses merajut kembali perjuangan untuk mewujudkan kedaulatan masyarakat.
