Tema Festival Mosintuwu 2025

Festival Mosintuwu 2025 bertema “Taman Bumi : Tapak Tektonik di Jantung Sulawesi”. Tema ini lahir dari proses bersama usulan Geopark Poso sebagai sebuah konsep pembangunan di Kabupaten Poso, dimana desa-desa menjadi ruang geraknya. Pemilihan tema ini didasarkan pada sebuah mimpi bersama tentang konsep semesta kehidupan di Kabupaten Poso dalam sebuah lingkup yang namanya Taman Bumi. 

Taman Bumi atau Geopark sebuah wilayah geografis tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek warisan geologi (Geoheritage), keragaman geologi (Geodiversity), keanekaragaman hayati (Biodiversity), dan keragaman budaya (Cultural diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan

Penggunaan  kata “tapak” dalam tema Geopark Poso menggambarkan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh peristiwa pembentukan bumi di Pulau Sulawesi jutaan tahun yang lalu. Jejak-jejak ini terlihat pada situs-situs warisan geologi yang membentuk pola flora dan fauna dalam beradaptasi, berevolusi atau terkunci di wilayah kawasan Geopark Poso, serta mempengaruhi kebudayaan manusia.

Penggunaan kata “tektonik” dalam tema Geopark Poso menunjukkan kekhasan pembentukan bumi di wilayah kawasan Geopark Poso secara tektonik yang mempengaruhi komponen ekosistem alam dan budaya di dalamnya yaitu geologi, biologi dan budaya.

Penggunaan kata “di jantung Sulawesi” secara metafora menunjukkan lokasi kawasan Geopark Poso yang berada di bagian tengah Pulau Sulawesi. Penggunaan kata “Jantung” sekaligus menggambarkan pentingnya peran dan posisi kawasan Geopark Poso bagi wilayah lain di sekitarnya, termasuk di Indonesia dan dunia, baik secara geologi maupun keanekaragaman hayatinya.